PERSEPSI GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN MERAUKE

adi sumarsono

Abstract


Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 orang yang terdiri atas kepala sekolah dan guru MI di Kabupaten Merauke yang diambil secara purposive. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menjabarkan empat aspek dalam implementasi Kurikulum 2013, yaitu: 1) persepsi guru terhadap standar kompetensi lulusan berada pada kategori sangat baik (94,74%); 2) persepsi guru dalam implementasi standar isi adalah guru harus mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan ke dalam RPP berada pada kategori baik (68,42%); 3) Persepsi guru pada standar proses guru harus terbiasa membuat pembelajaran dengan membuat siswa aktif menyampaikan argumen sesuai tema berada dalam kategori terlaksana dengan baik (78,95); 4) persepsi guru pada standar penilaian berada pada kategori terlaksana dengan baik (84,20%). Pada standar penilaian, guru mengalami kesulitan karena dalam waktu yang bersamaan diharuskan menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa persepsi guru MI khsususnya pada kelas atas dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 masuk dalam kategori baik.

This study uses a quantitative approach with a survey research design. The sample in this study amounted to 19 people consisting of MI principals and teachers in Merauke Regency who were taken purposively. The research data were analyzed through descriptive quantitative. The results of the study describe four aspects of the 2013 Curriculum implementation, namely: 1) the teacher perceptions on the graduate competence standard is in the very good category (94.74%); 2) the teacher perceptions on the content standard implementation that the teacher must develop the attitude, knowledge, and skills competencies into the lesson plan (RPP) is in the very good category (68.42%); 3) the teacher perceptions on the process standards that the teacher must be familiar with making learning by making students actively convey arguments in accordance with the theme is in the well-implemented category (78.95); 4) the teacher perceptions on the assessment standard is in the well-implemented category (84.20%). In the assessment standard, the teacher has difficulty because at the same time is required to assess the attitudes, knowledge, and skills. Thus it was concluded that teacher perceptions of MI especially in the upper classes in implementing the 2013 Curriculum is in the good category.


Keywords


Pengembangan Instrumen, sikap sosial

Full Text:

PDF

References


Anita, S. A. (2015). Persepsi Mahasiswa Terhadap Perilaku Seksual Pada Mahasiswa Kos Di Lingkungan Universitas Riau Kelurahan Simpang Baru Panam Pekanbaru. Jom FISIP Vol.2 No. 1, 4.

Hamalik, O. (2013). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Maryani, I., & Martaningsih, S. T. (2017). Persepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Sistem Penilaian Kurikulum 2013. Jurnal Scholaria Vol. 7 No. 2, 154.

Muslim, Harahap, B., & Kariono. (2005). Persepsi Masyarakat Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Kependudukan Kota Medan. Jurnal Studi Pembangunan Vol. 1 No. 1, 72.

Suhita, S. (2017). Persepsi Guru Bahasa Indonesia Terhadap Puisi Lama Gurindam. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 1 Nomor 2, 157.

Sunaryo. (2004). Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

Widoyoko, E. P. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Witherington, C. (2003). Psikologi Pendidikan Terjemahan M. Ngalim Purwanto. Jakarta: Remaja Rindu Jaya.

Zaini, M. (2009). Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi Dan Inovasi. Yogyakarta: Penerbit Teras.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 adi sumarsono

Attribution-NonCommercial-ShareAlike
CC BY-NC-SA

AL-ISHLAH Journal Indexed by: